7 Serangan Ransomware Terbesar Tahun 2021
Di tahun 2021, ransomware menjelma menjadi ancaman nyata terhadap bisnis. Dari yang awalnya hanya mengincar lembaga pemerintahan dan perusahaan besar, sekarang ransomware mulai menunjukkan kekuatan dan dampak negatif yang ditimbulkannya.
2021 sendiri disebut-sebut sebagai momentum serangan ransomware terbesar yang pernah terjadi. Sayangnya, tren serangan ransomware sepertinya masih akan terus meningkat mengingat situasi dan kondisi saat ini rentan dimanfaatkan para penyerang siber. Oleh karena itu, di artikel kali ini akan dibahas 7 serangan ransomware terbesar yang terjadi di sepanjang tahun 2021.
Maret 2021
Pada bulan Maret 2021, sebuah raksasa komputer mengalami kerugian besar akibat serangan ransomware terbesar di sepanjang sejarah. Menggunakan ransomware REvil, penyerang berhasil melumpuhkan pertahanan jaringan pabrik yang berbasis di Taiwan. Harga yang harus dibayar sang raksasa komputer untuk menebus data mereka sebesar USD 50 juta yang dibayar dalam bentuk kripto Monero.
April 2021
Selanjutnya, pada bulan April 2021 salah satu tim bola basket yang tergabung dalam Nasional Basketball Association ikut menjadi korban serangan ransomware. Beruntungnya, pertahanan keamanan jaringan yang diadopsi mampu menyelamatkan tim ini dari kerugian besar.
Dari serangan ini, kelompok peretas Babuk mengklaim telah berhasil mencuri 500 gigabyte data yang mencakup catatan keuangan, non-disclosure agreements (NDA), dan kontrak pemain dan vendor. Berbeda dari serangan lainnya, tidak ada tebusan uang atau data yang dipublikasikan penyerang terkait serangan ini.
Mei 2021
Masuk ke bulan Mei 2021, terjadi tiga serangan ransomware masing-masing terhadap produsen pipa dan minyak sulingan, perusahaan distribusi bahan kimia, dan perusahaan asuransi, dengan dua diantaranya dilancarkan oleh kelompok DarkSide. Akibat serangan ini, dua perusahaan harus membayar tebusan senilai hampir USD 5 juta dalam bentuk bitcoin.
Juni 2021
Serangan terakhir terjadi pada bulan Juni 2021 terhadap salah satu perusahaan pengolah daging terbesar di dunia. Akibat serangan ini, korban sampai harus menghentikan operasionalnya di dua negara. Untungnya tak perlu menunggu lama, korban bisa kembali beroperasi setelah membayar uang sebesar USD 11 juta dalam bentuk bitcoin kepada penyerang.
Bagaimana Agar Perusahaan Terlindung Dari Serangan Siber?
Adalah rahasia umum bahwa seluruh perusahaan di atas merupakan perusahaan terkenal dengan reputasi baik hingga akhirnya menjadi korban serangan ransomware di tahun 2021. Dampaknya, mereka harus kehilangan data pelanggannya yang sangat berharga. Tidak tanggung-tanggung, akibat serangan ini salah satu perusahaan bahkan dipaksa untuk berhenti beroperasi selama periode tertentu.
Dari kasus serangan di atas kita dapat belajar bahwa keamanan siber yang andal dan dapat dipercaya merupakan elemen penting yang patut dimiliki tiap bisnis. Oleh karena itu, Anda memerlukan mitra yang tepat untuk bersama-sama menjaga jaringan perusahaan dari serangan ransomware. Dari sekian banyak opsi di luar sana, Sangfor Technologies bisa menjadi mitra yang Anda percaya karena telah berpengalaman dalam menangani berbagai isu ransomware melalui solusi yang ditawarkan yaitu Sangfor Cyber Command.
Kolaborasi AMT IT Solutions & Sangfor Technologies
Sebagai salah satu mitra resmi Sangfor Technologies, AMT IT Solutions dengan bangga merekomendasikan Sangfor Cyber Command untuk perlindungan keamanan jaringan yang maksimal. Sangfor Cyber Command menawarkan deteksi dan respon ancaman yang berkelanjutan melalui integrasi endpoint dan produk keamanan jaringan.
Jika Anda tertarik dengan Sangfor Cyber Command, Anda bisa menghubungi AMT IT Solutions untuk mempelajari lebih lanjut soal perlindungan yang dibutuhkan perusahaan terhadap ransomware. Bersama Sangfor Technologies, AMT IT Solutions akan membuat jaringan IT perusahaan Anda lebih aman dan sederhana.